Skip to content

Bahasa Global: Dari Latin hingga Kecerdasan Buatan

Bagaimana lingua franca umat manusia telah berevolusi sepanjang sejarah — dan mengapa terjemahan AI mungkin membuat konsep "bahasa dunia" menjadi usang

Ringkasan Eksekutif:
Selama ribuan tahun, manusia telah mencari cara untuk mengatasi hambatan bahasa. Hari ini, kita berada di ambang revolusi: teknologi terjemahan AI menjanjikan untuk membuat institusi bahasa global menjadi usang. Bahasa Inggris saat ini mendominasi dengan 1,5 miliar penutur (hanya 25% penutur asli), 85% organisasi internasional, dan 52% konten web. Sementara itu, pasar terjemahan mesin diproyeksikan mencapai $23,5 miliar pada tahun 2032, tumbuh 12-25% setiap tahunnya. Artikel ini menelusuri evolusi bahasa global dari Aram hingga Inggris — dan mengeksplorasi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Garis waktu sejarah bahasa global dari Aram kuno hingga teknologi terjemahan AI modern

Evolusi Bahasa Global: Tinjauan Historis

Sepanjang sejarah, kebangkitan dan kejatuhan lingua franca telah mengikuti pola yang konsisten: bahasa kekuasaan menjadi bahasa komunikasi. Dari kerajaan kuno hingga teknologi modern, setiap bahasa global mencerminkan realitas geopolitik pada zamannya.

🏛️ Abad ke-8–4 SM
Aram
Kekaisaran Persia
🏺 Abad ke-4 SM–1 M
Yunani Kuno
Dunia Helenistik
⚔️ Abad ke-1 SM–18 M
Latin
Kekaisaran Romawi & Gereja
☪️ Abad ke-8–13
Arab
Zaman Keemasan Islam
👑 Abad ke-17–20
Prancis
Diplomasi & Budaya
🌐 Abad ke-19–Sekarang
Inggris
Dominasi Global

Bahasa Aram: Bahasa Global Pertama (Abad ke-8–ke-4 SM)

Sejarah bahasa global tidak dimulai dengan bahasa Inggris, bahkan bukan dengan bahasa Latin. Bahasa Aram menjadi bahasa internasional pertama yang sesungguhnya selama abad ke-8 hingga ke-4 SM, pada masa kekaisaran Asyur dan Persia. Bahasa ini berfungsi sebagai bahasa perdagangan dan diplomasi di wilayah yang sangat luas membentang dari Mesir hingga India. Yesus Kristus berbicara dalam bahasa Aram, dan bahasa ini masih bertahan hingga hari ini di beberapa komunitas Timur Tengah.

Mengapa bahasa Aram? Jawabannya sederhana: bahasa ini adalah bahasa mereka yang memegang kekuasaan politik dan ekonomi. Kekaisaran Achaemenid Persia membentang di wilayah yang sangat luas, dan bahasa Aram berfungsi sebagai bahasa administratif yang menghubungkan berbagai bangsa di dalamnya.


Yunani Kuno: Bahasa Pengetahuan (Abad ke-4 SM–Abad ke-1 M)

Penaklukan Alexander Agung pada 336–323 SM membawa Yunani Kuno ke wilayah-wilayah yang membentang dari Yunani hingga India. Bahasa Yunani — khususnya bentuk lisan Koine — menjadi bahasa pendidikan, filsafat, dan sains sepanjang periode Helenistik dan masa awal Romawi. Budaya Helenistik menyebar ke seluruh Mediterania, dan bahkan setelah kekaisaran Alexander runtuh, bahasa Yunani mempertahankan statusnya sebagai bahasa kaum intelektual elit.

Yang patut dicatat, Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani Koine, meskipun Yesus dan murid-muridnya berbicara dalam bahasa Aram — para penulisnya memilih bahasa Yunani agar teks-teks mereka dapat dibaca oleh orang-orang di seluruh dunia Mediterania.


Latin: Dua Milenium Dominasi (Abad ke-1 SM–Abad ke-18)

Latin menjadi lingua franca Kekaisaran Romawi dimulai sekitar abad ke-1 SM dan mempertahankan status ini selama hampir dua milenium. Namun, penting untuk memahami bahwa bahkan pada puncak kejayaan Roma, Latin tetap menjadi bahasa minoritas dalam kekaisaran itu sendiri. Sebagian besar penduduk berbicara bahasa lokal, sementara Latin digunakan dalam administrasi, hukum, dan korespondensi resmi.

Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat, Latin tidak menghilang — bahasa ini bertransformasi menjadi bahasa Gereja Katolik, sains, dan pendidikan. Para sarjana dari Irlandia hingga Polandia menulis karya-karya mereka dalam bahasa Latin hingga abad ke-18. Isaac Newton menerbitkan "Principia Mathematica" (1687) dalam bahasa Latin.


Bahasa Arab: Bahasa Zaman Keemasan Ilmu Pengetahuan (Abad ke-8–13)

Selama Zaman Keemasan Islam (abad ke-8–13), bahasa Arab menjadi lingua franca di wilayah yang luas membentang dari Spanyol hingga Asia Tengah. Bahasa ini bukan hanya bahasa agama tetapi juga bahasa ilmu pengetahuan: karya-karya filsuf kuno diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, dilestarikan, dan dikembangkan oleh para sarjana Arab. Kata-kata seperti "aljabar," "algoritma," dan "alkimia" mengingatkan kita akan warisan ini.


Bahasa Prancis: Bahasa Diplomasi (Abad ke-17–20)

Pada abad ke-17–19, bahasa Prancis mengambil posisi sebagai bahasa utama diplomasi internasional. Istana Louis XIV di Versailles (pemerintahan 1643–1715) menetapkan nada untuk budaya Eropa, dan pengetahuan bahasa Prancis menjadi wajib bagi para bangsawan dari Lisbon hingga St. Petersburg. Bahkan bangsawan Rusia lebih memilih berbicara dalam bahasa Prancis — ingatlah karakter-karakter dalam "War and Peace" karya Tolstoy.

Bahasa Prancis tetap menjadi bahasa resmi diplomasi hingga pertengahan abad ke-20: Perjanjian Versailles pada 1919 disusun dalam bahasa Prancis dan Inggris, menandai pengakuan pertama kesetaraan antara kedua bahasa ini di panggung internasional.


Bahasa Inggris: Bahasa Global Pertama yang Sesungguhnya (Abad ke-19–Sekarang)

Bahasa Inggris merupakan fenomena unik dalam sejarah manusia. Tidak ada bahasa yang pernah mencapai tingkat penyebaran dan pengaruh seperti ini. Menurut Ethnologue, pada tahun 2024 sekitar 1,5 miliar orang berbicara bahasa Inggris, namun penutur asli hanya berjumlah sekitar 380 juta (sekitar 25%). Untuk setiap penutur asli bahasa Inggris, ada lima orang yang mempelajarinya sebagai bahasa kedua.

Bagaimana Bahasa Inggris Menjadi Global

Kebangkitan bahasa Inggris menjadi bahasa dunia terjadi dalam dua tahap.

Tahap Pertama: Kerajaan Inggris. Pada akhir abad ke-19, Kerajaan Inggris mencakup seperempat dari permukaan daratan Bumi. Bahasa Inggris menjadi bahasa administrasi di India, Afrika, Australia, dan Amerika Utara. Hampir 60 negara saat ini mengakui bahasa Inggris sebagai bahasa resmi — warisan langsung dari periode kolonial.

Tahap Kedua: Dominasi Amerika di abad ke-20. Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat menjadi kekuatan ekonomi, militer, dan budaya terdepan di planet ini. Hollywood, rock and roll, kemudian Silicon Valley dan internet memperkuat posisi bahasa Inggris sebagai bahasa budaya dan teknologi global.

Bahasa Inggris dalam Angka

1,5 M
Total Penutur Bahasa Inggris di Dunia
85%
Organisasi Internasional Menggunakan Bahasa Inggris
52,1%
Konten Web dalam Bahasa Inggris
50%+
Jurnal Ilmiah dalam Bahasa Inggris

Sumber: Ethnologue, The History of English

🌍 Organisasi Internasional

~1/3
Hanya Menggunakan Bahasa Inggris
90%
Organisasi Asia Hanya Menggunakan Bahasa Inggris

💻 Kehadiran Digital

52,1%
dari Konten Web
5,5%
Bahasa Spanyol (Peringkat 2)

🔬 Penerbitan Ilmiah

50%+
Jurnal dalam Bahasa Inggris
1/3
Penelitian Prancis dalam Bahasa Inggris

Bahasa Inggris benar-benar telah menjadi bahasa pertama yang dapat disebut global dalam arti yang sesungguhnya. Baik bahasa Latin maupun Prancis tidak pernah mencapai jangkauan seperti ini.


Struktur Unik Bahasa Inggris: Bahasa Para Penutur Non-Natif

Bahasa Inggris unik karena mayoritas penuturnya adalah orang-orang yang bahasa Inggris bukan bahasa asli mereka. Mari kita bandingkan dengan bahasa-bahasa utama dunia lainnya:

BahasaTotal PenuturPenutur Asli% Asli
🇬🇧 Bahasa Inggris~1,5 miliar~380 juta25%
🇨🇳 Bahasa Mandarin~1,18 miliar~990 juta84%
🇪🇸 Bahasa Spanyol~560 juta~485 juta87%
🇮🇳 Bahasa Hindi~609 juta~345 juta57%
🇫🇷 Bahasa Prancis~300 juta~80 juta27%

Sumber: Ethnologue, Visual Capitalist (2025)

Angka-angka ini menjelaskan perbedaan utama: bahasa Spanyol dan Mandarin adalah bahasa dari blok demografis yang sangat besar, sementara bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi global yang dipelajari orang secara sengaja.


Paradoks Penutur Asli Bahasa Inggris: Monolinguisme

Paradoks lainnya: penutur asli bahasa Inggris termasuk di antara orang-orang yang paling tidak multibahasa di dunia.

🇺🇸 Amerika Serikat

Hanya 20–30% dari populasi yang berbicara bahasa kedua

🇬🇧 Inggris Raya

Hanya 34% yang dapat berbicara bahasa asing; 68% pemuda adalah monolingual

🇪🇺 Uni Eropa

75% orang dewasa mengetahui setidaknya satu bahasa asing

🇸🇪 Negara-negara Nordik

90%+ berbicara bahasa asing; pemuda Denmark: 99% multibahasa

Sumber: Eurostat (2022), Komisi Eropa (2018), Kent State University

Penutur asli bahasa Inggris tidak mempelajari bahasa lain karena seluruh dunia mempelajari bahasa mereka. Hal ini menciptakan asimetri: untuk komunikasi internasional, penutur non-Inggris menanggung semua beban kognitif.


Tantangan terhadap Dominasi Bahasa Inggris

Meskipun kepemimpinannya jelas, posisi bahasa Inggris tidaklah tak tergoyahkan. Dua faktor dapat mengubah peta linguistik dunia.

Kebangkitan Tiongkok dan Bahasa Mandarin

Bahasa Mandarin adalah bahasa dengan penutur asli terbanyak: sekitar 990 juta orang berbicara bahasa ini sejak lahir. Jumlah total penutur mencapai 1,14 miliar. Kebangkitan ekonomi Tiongkok merangsang minat untuk mempelajari bahasa tersebut: menurut beberapa perkiraan, lebih dari 100 juta orang di luar Tiongkok sedang mempelajari bahasa Mandarin.

Pada akhir 2023, terdapat 496 Institut Konfusius yang beroperasi di 160 negara dan wilayah. Arab Saudi memperkenalkan bahasa Mandarin sebagai bahasa asing pilihan di sekolah-sekolah pada tahun 2024. Menurut Berlitz, jumlah pelajar bahasa Tiongkok telah meningkat sebesar 25,5% selama dua tahun terakhir.

Namun, bahasa Mandarin memiliki keterbatasan struktural. 84% penutur adalah penutur asli, yang berarti penyebaran relatif terbatas di luar dunia berbahasa Tiongkok. Sistem penulisan yang kompleks (karakter) dan sifat tonal menciptakan hambatan tinggi bagi para pelajar.

Seperti yang dicatat oleh Clayton Dube dari USC U.S.-China Institute: "Seiring kebangkitan Tiongkok, Anda dapat mengantisipasi bahwa lebih banyak orang akan mengadopsi bahasa tersebut. Tetapi apakah Tiongkok akan menggantikan bahasa Inggris? Saya tidak berpikir demikian — tentu tidak dalam masa hidup saya, mungkin tidak dalam dua, tiga, empat generasi berikutnya."

Revolusi Teknologi: Terjemahan AI

Tantangan yang lebih serius terhadap konsep bahasa global itu sendiri datang dari teknologi kecerdasan buatan.


Terjemahan AI: Akhir Era Lingua Franca?

Pasar terjemahan mesin sedang mengalami pertumbuhan yang eksplosif.

$9B
Pasar Terjemahan Mesin 2024
$23.5B
Proyeksi Pasar pada 2032
12-25%
Tingkat Pertumbuhan Tahunan (CAGR)
$27.5B
Pasar Terjemahan NLP pada 2030

Sumber: SNS Insider, Statista

Apa yang dapat dilakukan terjemahan AI modern?

Terjemahan mesin neural (NMT) telah membuat lompatan kualitatif dalam beberapa tahun terakhir:

📊 Skala

80%+ konten digital global memerlukan lokalisasi — AI memungkinkan hal ini dalam skala besar

🤖 Dukungan pelanggan

40%+ dukungan pelanggan AI di perusahaan global sudah diterjemahkan secara real-time

⚡ Kecepatan

2-3 detik latensi untuk terjemahan ucapan real-time

🎯 Akurasi

Hingga 97% akurasi untuk pasangan bahasa utama

Dua kemungkinan masa depan

Peneliti dari University of Queensland, dalam makalah yang diterbitkan di PLOS Biology pada Juni 2025, menggambarkan dua skenario yang mungkin untuk masa depan komunikasi akademik (dan, lebih luas lagi, semua komunikasi):

🌐 Skenario 1: Bahasa Inggris tetap sebagai lingua franca

Jurnal internasional terus menerbitkan dalam bahasa Inggris, tetapi peneliti dengan kemampuan bahasa terbatas menulis dalam bahasa asli mereka dan menggunakan AI untuk terjemahan. AI juga membantu membaca, meninjau, dan mengedit makalah berbahasa Inggris. Pengetahuan terus terpusat di sekitar bahasa Inggris, tetapi AI menurunkan hambatan akses.

🗣️ Skenario 2: Dunia multibahasa

Semua orang menulis, membaca, dan meninjau dalam bahasa asli mereka. AI melakukan terjemahan real-time antara pasangan bahasa apa pun. Bahasa Inggris kehilangan statusnya sebagai satu-satunya bahasa komunikasi internasional. Pengetahuan menjadi terdesentralisasi.


Bagaimana Terjemahan AI Akan Mengubah Dunia

Jika teknologi terjemahan AI sinkron mencapai kualitas yang sebanding dengan terjemahan manusia, konsekuensinya akan mempengaruhi semua bidang kehidupan.

Bisnis dan Perdagangan

Hambatan bahasa secara historis telah membatasi perdagangan internasional. Perusahaan terpaksa menyewa penerjemah, melokalisasi produk, dan melatih karyawan dalam bahasa asing. Terjemahan AI secara radikal mengurangi biaya-biaya ini.

Bayangkan sebuah konferensi video di mana setiap peserta berbicara dalam bahasa ibu mereka, dan AI secara instan menerjemahkan ucapan untuk semua orang lain. Ini bukan fantasi futuristik — ini adalah kenyataan hari ini.

Pendidikan dan Sains

Dominasi bahasa Inggris dalam sains menciptakan hambatan serius. Peneliti dari negara-negara non-berbahasa Inggris menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan publikasi, karya mereka dikutip lebih jarang, dan pengetahuan yang diterbitkan dalam bahasa lain tetap tidak terlihat oleh komunitas internasional.

📚 Kesenjangan Pendidikan

Menurut UNESCO, lebih dari 40% orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke pendidikan dalam bahasa ibu mereka; di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, angka ini mencapai 90%. Terjemahan AI dapat mendemokratisasi akses ke pengetahuan dalam skala global.

Keragaman Budaya

Secara paradoks, teknologi yang diciptakan terutama dalam bahasa Inggris dapat mengancam sekaligus melindungi keragaman linguistik.

Di satu sisi, model bahasa besar (LLM) dilatih terutama pada konten bahasa Inggris, memperkuat dominasi bahasa Inggris di lingkungan digital. Di sisi lain, pengembangan AI multibahasa dapat memberikan kehidupan baru bagi bahasa-bahasa yang lebih kecil.

Menurut perkiraan KUDO, pada akhir 2025, alat-alat yang mendukung bahasa langka akan meningkatkan cakupan mereka sebesar 50%, dengan fokus pada bahasa-bahasa Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.


Apa yang Akan Tersisa dari Bahasa di Era AI?

Apakah semua ini berarti bahwa mempelajari bahasa asing akan menjadi tidak berguna? Tidak juga.

Terjemahan AI, dengan segala pencapaiannya, masih tidak mampu menyampaikan sepenuhnya nuansa budaya, ungkapan idiomatik, dan nada emosional. Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Applied Linguistics and Translation pada Juni 2025 menekankan: "AI unggul dalam memproses volume teks yang besar dan memperluas cakupan bahasa, tetapi sering kali kurang mampu memahami sepenuhnya makna kontekstual, kehalusan budaya, dan implikasi etis."

Bahasa bukan hanya sekedar alat untuk menyampaikan informasi. Bahasa adalah cara berpikir, jendela menuju budaya, sarana membangun hubungan. Mengetahui bahasa lawan bicara Anda menciptakan kepercayaan dan kedalaman komunikasi yang tidak dapat diberikan oleh terjemahan apa pun — setidaknya untuk saat ini.

Seperti yang dicatat Clayton Dube: "Berbicara bahasa Mandarin berarti Anda mulai berpikir seperti orang Tionghoa. Anda mulai memahami bagaimana penutur bahasa Mandarin mengorganisir dunia, bagaimana mereka memandang sesuatu. Dan itu adalah langkah penting jika Anda ingin memiliki kompetensi budaya."


Kesimpulan: Akhir dari Sebuah Era atau Awal yang Baru?

Sejarah bahasa global adalah sejarah kekuasaan, perdagangan, dan pengaruh budaya. Aram, Yunani, Latin, Arab, Prancis, Inggris — setiap bahasa ini mencerminkan realitas geopolitik pada masanya.

Bahasa Inggris menjadi bahasa global pertama yang sesungguhnya berkat kombinasi unik dari berbagai faktor: kolonialisme Inggris, dominasi ekonomi dan budaya Amerika, Revolusi Industri, dan internet. Saat ini, satu setengah miliar orang berbicara dalam bahasa tersebut; bahasa ini mendominasi sains, bisnis, teknologi, dan hiburan.

Namun kita berada di titik balik. Terjemahan AI berkembang secara eksponensial. Pasar tumbuh 12–25% setiap tahunnya. Kualitas mendekati tingkat manusia. Biaya terus menurun.

Mungkin kita akan menjadi generasi terakhir yang belajar bahasa Inggris sebagai syarat wajib untuk karier internasional. Mungkin anak-anak kita akan hidup di dunia di mana setiap orang berbicara dalam bahasa ibu mereka, dan teknologi melakukan sisanya.

Namun ini bukanlah akhir dari cerita bahasa — ini adalah bab baru. Bahasa akan tetap hidup, berkembang, dan membawa warisan budaya bangsa-bangsa. Hanya saja fungsi mereka sebagai lingua franca mungkin akan beralih ke mesin.

← Kembali ke blog